Analisis Kesantunan Berbahasa Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Kelas A2 UIN Sunan Ampel Surabaya Dalam Perspektif Norma Kesopanan

 

Analisis Kesantunan Berbahasa Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Kelas A2 UIN Sunan Ampel Surabaya Dalam Perspektif Norma Kesopanan

 

Izzatul Laili

Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Email: 04020121044@student.uinsby.ac.id

 

Abstrak: Penelitian ini mengkaji kesantunan berbahasa mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam kelas A2. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana kesantunan berbahasa mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam kelas A2 dalam perspektif norma kesopanan.. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kesantunan berbahasa oleh mahasiswa kelas A2 Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sunan Ampel Surabaya telah diterapkan, dimana hal ini menunjukkan bahwa mereka telah menerapkan norma kesopanan di lingkungan kampus mereka.

Kata kunci : Kesantunan Berbahasa, Norma Kesopanan

 

Pendahuluan

Bahasa merupakan alat yang digunakan manusia untuk berkomunikasi, sehingga terjadilah interaksi antara manusia satu dengan manusia yang lain. Bahasa dapat digunakan dalam komunikasi lisan maupun tulisan. Bahasa pertama didapat dari proses alami dimulai dari lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Selanjutnya ada bahasa asing yang dapat diperoleh melalui pendidikan formal, khususnya lingkungan sekolah. Bahsa memiliki banyak fungsi, salah satu diantaranya yakni sebagai alat untuk melakukan sesuatu, meminta sesuatu, menyatakan sesuatu, menunjukkan ekspresi kepribadian dan lain-lain.

 

Kesantunan berkaitan dengan kesopanan, rasa hormat, sikap yang baik atau perilaku yang pantas. Kesantunan berkaitan dengan perilaku dan juga berbahasa di dalam kehidupan sehari-hari. Sopan santun dalam bentuk tuturan atau kesantunan berbahasa merupakan faktor pengatur yang menjaga agar percakapan berlangsung dengan benar, menyenangkan, nyaman dan tidak sia-sia. Hakikatnya kesantunan berbahasa adalah etika kita dalam bersosioalisasi di masyarakat, atau di mana kita berada, dengan penggunaan bahasa dan pemilihan kata yang baik, serta meperhatikan di mana, kapan, dan kepada siapa kita berbicara. Kesantunan berbahasa sangat perlu untuk dikaji, karena kegiatan berbahasa tidak luput dari kehidupan manusia.

 

PEMBAHASAN

Kesantunan merupakan aturan perilaku yang ditetapkan dan disepakati bersama oleh suatu masyarakat tertentu sehingga kesantunan sekaligus menjadi prasyarat yang disepakati oleh perilaku sosial (Yule, 1996: 104). Beberapa teori yang membahas tentang kesantunan berbahasa, seperti teori kesantunan Robin Lakoff, yang berbunyi jika tuturan kita ingin terdengar santun di telinga pendengar atau lawan tutur kita ada tiga kaidah yang harus dipatuhi, yaitu formalitas (formality) jangan memaksa atau angkuh (aloof), ketidaktegasan (hesitancy) buatlah sedemikian rupa sehingga lawan tutur dapat menentukan pilihan (option), dan persamaan atau kesekawanan (equality or cameraderie), bertindaklah seolah-olah Anda dan lawan tutur Anda menjadi sama (Chaer, 2010: 46).

Di dalam kelas A2 Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sunan Ampel Surabaya menunjukkan adanya kesantunan dalam berbahasa. Cara bertutur kata dengan dosen di kelas menggunakan cara yang santun, sehingga menimbulkan interaksi yang baik dan menyenangkan. Tak hanya di kelas saja, namun dalam mengirim pesan di dalam media sosialpun menggunakan cara yang santun. Contohnya saja ketika mengonfirmasi akan dilaksanakan pembelajaran, salah seorang mahasiswa kelas A2 Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sunan Ampel Surabaya mengirim pesan kepada dosen dengan diawali salam dan permohonan maaf, memperkenalkan diri, maksud serta tujuan, berterimakasih, dan juga memerhatikan waktu.

Bahasa yang digunakan oleh mahasiswa kelas A2 Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sunan Ampel Surabaya Nampak baik. Interaksi antara seorang teman dengan teman lainnyapun terlihat santun. Meskipun dengan teman sebaya, namun mereka tetap menggunakan bahasa yang baik dan sopan, sehingga tidak pernah menimbulkan kegaduhan apalagi perkelahian.

Norma kesopanan ialah suatu aturan yang menekankan pada perbuatan seseorang untuk menjaga sopan santun, tata karma dan juga istiadat setiap individu yang bersumber dari adat istiadat, budaya, atau nilai-nilai masyarakat. Norma ini bertujuan untuk menjaga dan menghargai satu sama lain dalam kehidupan sehari-hari, memahami hakikat dan tata etika dalam bergaul, dan mampu bersosialisasi dengan baik tanpa melanggar hal-hal yang tidak baik. Dalam pelaksanaanya, apabila seseorang melanggar norma kesopanan maka ia akan mendapatkan celaan, kritik, dan lain-lain tergantung pada tingkat pelanggarannya.

 

PENUTUP

Fenomena kesantunan berbahasa oleh mahasiswa kelas A2 Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sunan Ampel Surabaya telah diterapkan. Kesantunan berbahasa mereka tidak hanya kepada dosen saja melainkan dengan semua orang termasuk juga teman satu kelasnya. Hal ini dibuktikan dengan interaksi antara mahasiswa kelas A2 dengan para dosen dalam bentuk komunikasi lisan maupun tulisan. Kesantunan berbahasa yang telah diterapkan oleh mahasiswa kelas A2 Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sunan Ampel Surabaya ini menunjukkan bahwa mereka telah menerapkan norma kesopanan di lingkungan kampus mereka.

 

DAFTAR PUSTAKA

Gunawan, Fahmi. “WUJUD KESANTUNAN BERBAHASA MAHASISWA TERHADAP DOSEN DI STAIN KENDARI: Kajian Sosiopragmatik” . Journal Arbitrer. Vol. 1. Nomer 1. Tahun 2013.

Kushartanti.  Pesona bahasa langkah awal memahami linguistic. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Tahun 2005

Nugroho, Fauzan Tri. "Macam-Macam Norma di Masyarakat, Lengkap Beserta Penjelasannya." Oktober 28, 20121.

Syahdan, Destina Kasriyati, dan Refika Andriani. “Analisis Kesopanan Berbahasa terhadap Kemampuan Tindak Tutur Mahasiswa” Jurnal Pendidikan. Vol. 8. Nomer 2. Tahun 2017.

Sundari, Amala, and Dini Anggraeni Dewi. "Urgensi Pendidikan Kewarganegaraan: Reaktualisasi Kapabilitas Berbangsa dan Bernegara pada Siswa Sekolah Dasar." Jurnal Ilmu Pendidikan, 2021: 523-528.

 

 

Komentar